Kisaran Biaya Klaim Asuransi Mobil

Kisaran Biaya Klaim Asuransi Mobil

Berapa Kisaran Biaya Klaim Asuransi Mobil? Pada dasarnya jawaban yang lebih pasti terkait biaya yang harus dibayar bisa anda tanyakan pada agen perusahaan yang menjual produk kepada anda. Pasalnya beliaulah yang tentunya lebih paham dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pihak perusahaan.

Akan tetapi, jika hanya sekedar untuk menambah wawasan atau bahkan mencari referensi yang lebih singkat dibanding dengan penjelasan agen tersebut, maka pada kesempatan ini kami akan mencoba untuk membuka ulasan mengenai hal tersebut. Seperti apa dan bagaimana, mungkin ada baiknya jika anda menyimak ulasan ini hingga tuntas.

Pada kesempatan ini, kami akan mengulas tentang prosedur klaim sekaligus biaya yang dibutuhkan. Jika proses yang dijalani sudah benar dan kelengkapan berkas terpenuhi, seharusnya klaim asuransi mobil sangatlah mudah dilakukan.

Ketika hendak melakukan proses klaim asuransi mobil, nasabah asuransi akan dikenakan biaya risiko sendiri (own risk atau disingkat OR) yang besarnya tergantung dengan kebijakan perusahaan asuransi dan diatur oleh OJK, yakni sebesar Rp 300.000,- untuk setiap kejadian.

Umumnya, langkah pertama yang bisa anda lakukan ialah, saat terjadi kecelakaan maka usahakan langsung mengambil foto pada bagian mobil yang rusak. Langkah ini sangatlah penting, khususnya ketika mobil mengalami kerusakan parah sehingga tidak bisa lagi dikendarai. Dengan adanya foto tersebut, maka bisa menjadi bukti saat dilakukan klaim asuransi.

Untuk proses selanjunya, anda bisa mengikuti beberapa prosedur umum seperti :

  • Menghubungi pihak asuransi serta mempersiapkan sejumlah dokumen penting dalam pengajuan klaim. Tidak terkecuali surat polis asuransi, SIM, KTP, beserta surat keterangan kepolisian apabila kendaraan rusak parah dalam suatu kejadian atau ditimpa tindakan kriminal.
  • Setelah semua syarat dianggap lengkap dan terpenuhi, maka anda cukup membawa mobil pada pihak bengkel yang menjadi rekanan perusahaan asuransi terkait. Dalam hal ini, anda jangan mencoba memperbaiki mobil pada bengkel yang bukan rekanan, sebab bisa saja klaim akan ditolak.
  • Sedangkan untuk prosedur terakhir, nantinya anda akan diminta untuk mengisi formulir dengan sebenar-benarnya. Umumnya, formulir ini berisi tentang data kecelakaan secara detail. Maka dari itu, isi dengan jujur lantaran pihak asuransi atau bengkel akan tahu apabila anda melakukan suatu kebohongan. Kondisi ini ikut berpengaruh lantaran jika ada satu data saja yang bertentangan, maka kemungkinan klaim ditolak semakin besar.

Pasca semua data sudah diisi, kemudian anda tinggal bertanya pada bengkel tentang durasi perbaikan kendaraan. Dalam pengerjaannya, akan ditentukan berdasar parah tidaknya kerusakan yang terjadi. Jika hanya kerusakan kecil, mungkin akan memakan waktu sekitar 1 hingga 2 hari kerja. Akan tetapi jika rusaknya para, maka bisa memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan sebulan lebih.

Dengan mudahnya proses klaim asuransi mobil, seharusnya menjadikan pemilik kendaraan semakin sadar akan risiko yang ia miliki serta akhirnya memproteksi diri dengan membeli produk asuransi. Agar anda tidak salah memilih produk asuransi, rincian dibawah ini mungkin bisa anda perhatikan terlebih dahulu.

Kisaran Biaya Klaim Asuransi Mobil

Sampai pada tahap ini, muncul pula pertanyaan lain terkait dengan cara menghitung premi asuransi mobil. Sebenarnya, saat ini ketentuan premi sudah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga sudah tidak ada lagi perang tarif yang cenderung bisa menjadikan calon nasabah asuransi merasa terkecoh.

Aturan tersebut tertaung dalam surat edaran OJK Nomor SE-06/D.05/2013 tentang Penetapan Tarif Premi. Besaran premi tergantung dengan wilayah kendaraan beroperasi. Wiayah I meliputi Sumatera dan Kepulauan di sekitarnya, Wilayah II meliputi Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta wilayah III yang mencakup seluruh daerah di Indonesia yang tidak termasuk Wilayah I dan II.

Sedangkan dari sisi pertimbangan lain untuk menentukan premi selain melihat wilayah, ialah dengan harga jual kendaraan. Semakin tinggi harga kendaraan, maka semakin kecil persentase preminya.

Dalam hal ini, perusahaan asuransi juga wajib memberlakukan premi tambahan, yakni sebagai biaya risiko minimal sebesar Rp 300 ribu setiap kejadian. Lebih jelasnya bisa anda simak pada daftar dibawah ini.

Secara umum, asuransi mobil terbagi pada dua jenis proteksi, yaitu asuransi Total Loss Only (TLO), dan asuransi All Risk dengan perhitunga premi sebagai berikut :

→ Premi Asuransi All Risk

Sebagai contoh, nasabah asuransi tinggal di Jakarta dan baru saja membeli mobil dengan harga Rp 200 juta. Dikarenakan risiko kendaraan yang dimiliki sangatlah tinggi, maka nasabah tersebut mengasuransikan mobilnya dengan asuuransi All Risk.

Selain premi yang dibayar lebih besar, maka manfaat yang bisa dirasakan pun lebih luas. Berikut perhitungan premi yang harus dibayar :

  • Besaran premi asuransi all risk untuk harga mobil Rp 200 juta pada wilayah Jakarta sebesar 2,47 hingga 2,72 persen.
  • Apabila pihak asuransi, misalnya menetapkan premi asuransi sebesar 2,5 persen, maka nasabah tersebut harus membayar Rp 5 juta per tahun untuk menikmati layanan asuransi.

→ Premi Asuransi Total Loss Only (TLO)

Sebagai contoh, nasabah asuransi tinggal di Jakarta dan baru saja membeli kendaraan (mobil) dengan harga Rp 200 juta. Dikarenakan ia tidak mau mengambil risiko kerusakan atau kehilangan, akhirnya ia pun mengasuransikan mobilnya dengan TLO.

Berikut perhitungan sederhana yang disesuaikan dengan peraturan OJK :

  • Premi asuransi TLO dengan harga mobil kisaran Rp 125 juta hingga Rp 200 juta di Jakarta, sebesar 0,44 hingga 0,53 persen.
  • Pihak asuransi mobil, selanjutnya menerapkan premi sebesar 0,49 persen.
  • Maka perhitungannya ialah : 0,49% x Rp 200 juta = Rp 980 ribu.

Apabila sudah tibanya nasabah tersebut mengalami musibah, semisal kehilangan atau kecelakaan berat yang menjadikan mobilnya rusak, maka pihak asuransi akan mengganti kerugian sesuai dengan harga mobil yang dibeli kala itu.

Ketentuan lain yang berlaku pada jenis asuransi mobil TLO ialah :

  • Masa berlaku asuransi TLO umumnya satu tahun dan uang pertanggungan jaminan akan terus berkurang pada tahun berikutnya.
  • Dikarenakan harga mobil menyusut setiap tahunnya, maka ketika akan bayar premi di tahun berikutnya, lakukan pengecekan kecocokan antara premi, nilai mobil, sekaligus uang pertanggungannya.

→ Jenis Perluasan Pertanggungan

Secara dasar, baik asuransi all risk ataupun TLO, juga memungkinkan para nasabahnya untuk menambah manfaat atau perluasan proteksi. Contoh sederhana ialah, dikarenakan Jakarta sering ada demonstrasi, maka perluasan yang diambil ialah huru-hara atau sejenisnya.

Selain itu, biaya perluasan pun tidaklah maha, yakni dengan cukup membayar 0,05 % untuk asuransi All Risk atau 0,35% untuk asuransi TLO. Akan tetapi, jumlah tersebut merupakan rate premi minimum sesuai peraturan OJK. Nantinya besaran premi tergantung perusahaan asuransi yang anda pilih.

Dengan adanya penambahan premi tersebut, maka anda bisa menikmati perluasan tanggungan yang memproteksi kendaraan dari kejadian seperti bencana alam, sabotase, terorisme, ataupun kecelakaan diri penumpang yang umumnya tidak ditanggung oleh pihak asuransi.

Mengambil kesimpulan, sebenarnya premi asuransi tidaklah mahal. Apalagi anda sudah paham dengan manfaat yang nantinya diperoleh. Dengan membaca ulasan singkat diatas, setidaknya memberikan gambaran tentang beberapa hal yang ikut berpengaruh pada besarnya premi asuransi.

Sehingga anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang dimiliki. Jika anda sudah sudah menyesuaikan kebutuhan dengan jenis asuransi, maka akan menilai jika biaya premi tidaklah mahal.

Sudah paham dengan Kisaran Biaya Klaim Asuransi Mobil? Jika belum, segera kontak kami untuk informasi lebih lanjut!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *